Sabtu, 29 Oktober 2011

Selalu deg - degan

Hal yang wajarkah bila ada perasaan deg - degan ketika orang tua mengambil nilai raport anaknya  ? Meski itu nilai mid semester ? meski itu bukan untuk yan pertama kalinya ? Wajarkah ?

 Mengambil nilai raport Addin dan As'ad bukanlah ini yang pertama kalinya. Namun perasaan itu selalu saja muncul. Apa yang harus mama khawatirkan ya ?  Itulah ...
Siang tadi, mama dan ayah mengambil raport Addin dan As'ad. Kami tak banyak berharap apakah As'ad nilai dan rangkingnya makin membaik, karena kami sadari bahwa As'ad bukanlah di kelas biasa, dia di kelas bilingual yang mana di sanalah berkumpulnya orang - orang terpilih di kelas sebelumnya.
Begitu pun dengan Addin, kami pun tak banyak berharap apakah Addin bisa mempertahankan rangking 1 nya karena selama ini Addin sedikit rada " ngambek " dalam belajar. 

Perjalanan ke sekolah meski ayah dan mama saling bercanda namun tak jua bisa menutupi kecemasan yang ada. Hingga akhirnya semua nilai sudah di tangan dan mama pun baru bisa bernafas lega. Terlebih lagi apa yang kami khawatirkan tidak terjadi. Alhamdulillah ... terima kasih Allah.



Minggu, 19 Juni 2011

I am proud of you sons ...

Alhamdulillah puji syukur mama dan ayah selalu panjatkan karena dengan izinNya lah anak - anak mama ayah bisa berhasil menyelesaikan ujiannya dan pada naik kelas semua.

Horeeeeee ..........
Horeeeeee ..........
Horeeeeee ..........

Alhamdulillah As'ad naik ke kelas 4, dan mendapat rangking 7. Yang paling membanggakan adalah bahwa nilai bahasa Inggrisnya As'ad adalah tertinggi di antara yg rangking 1 - 6, nilai IPA nya juga sangat memuaskan. Kata wali kelasnya sih Insya Allah As'ad bisa masuk ke kelas bilingual karena nilai Bhs Inggris, IPA dan Matematika nya lumayan tinggi. Siapa sih tidak bangga, punya anak yang Alhamdulillah pinter serta sholeh tapi kita kembalikan lagi pada Nya, terserah Allah, mau menempatkan As'ad di mana, yang mama harapkan adalah semoga Allah kan selalu memberi As'ad yang terbaik bagi dirinya dan agamanya ( semoga apa yang mama harapkan itulah yangterbaik dari Allah, maunya hehehe )

Alhamdulillah, semenjak pertama kali masuk SD Addin tidak pernah mendapat nilai di bawah 90. Karena itulah mama tidak heran kalo Addin bisa meraih rangking 1. Addin so pasti senang banget karena ketika penerimaan raport semester 2 alias kenaikan kelas, dari pihak sekolah akan memberikan piala bagi 3 besar tiap kelasnya, dan itu berarti Addin so pasti mendapat piala dari sekolahnya. Gimana tidak senang .... tapi mama ayah tetap berpesan, jangan cepat puas, harus di pertahankan dan lebih giat belajar serta selalu berdo'a pada Nya agar di beri kemudahan dalam belajar lagi .... aamiieenn.

Lega rasanya setelah semuanya berlalu, sekarang mama ayah lagi fokus ke acara liburan bersama teman - teman Lasakers.
Tunggu cerita dari kami ya ....

Bye ...

Selasa, 10 Mei 2011

Khitanan

( Cerita mama tentang khitanan As'ad dan Addin )

Once upon a time ( ceileh ), tepatnya pertengahan Desember 2010, setelah As'ad dan Addin ujian semester, mereka berdua melaksanakan Khitan di Medical dekat rumah. Sebenarnya sih
tadinya As'ad aja yang mau di sunat tapi di pikir - pikir, di timbang - timbang sampai akhirnya Addin pun kudu ikut di sunat. Pertimbangannya karena khawatirnya " kesakitan " yang akan di alami As'ad pas di sunat bakalan mempengaruhi psikologis Addin dan bakalan membuat Addin makin susah untuk di sunat, selain itu karena thoh sekalian aja kita rawat soalnya tidak jauh berbeda merawat satu anak sama dua anak, tetap sama ribetnya hehehe ....
Dan keyakinan kami makin mantap setelah melihat pemberontakan Addin ketika mau periksa darah sebelum di khitan. Biasanya Addin kalo di ambil darahnya santai aja, lah ini tumben - tumbennya Addin memberontak.

Hingga akhirnya tepat Jum'at pagi tanggal 17 Desember 2010, bersama nenek kakung dari Yogya , kami ke medical tuk melaksanakan khitanan yang di pandu oleh bapak mantri. Dan yang pertama di sunat adalah Addin. Kenapa Addin ? karena lagi - lagi kekhawatiran kami apabila As'ad duluan, ntar Addin nggak jadi di sunat deh gara - gara ketakutan melihat abangnya meringis kesakitan. Kalo As'ad sih karena As'ad sendiri yang meminta untuk di sunat so apa pun yang terjadi pasti As'ad tetap mau di khitan.

Singkat cerita As'ad sedikit meringis dan Addin sedikit menangis ketika obat biusnya sudah menghilang. Pagi itu, hati mama dan ayah terenyuh melihat jagoannya kesakitan tapi di lain sisi hati ayah dan mama juga bangga, akhirnya kewajiban itu pun terlaksana sudah, tinggal menunggu keringnya saja. Di siang hari, anak - anak makin meringis kesakitan ketika obat yang di minumnya khasiatnya sudah berkurang. Ayah dan mama pun bisa memaklumi kemanjaan mereka. Apalagi ketika mereka tidur, serba salah mau posisi gimana agar tak tersentuh " kemaluannya ".

( As'ad dan Addin, hari pertama setelah di khitan )

Menjelang malam, satu persatu teman - teman ayah dan mama menjenguk As'ad dan Addin. Makin bahagia As'ad dan Addin karena dari om - om dan tante - tante yang menjenguknya, As'ad dan Addin mendapat amplop sendiri - sendiri. Namanya anak - anak ya ... Malah mereka seakan lupa akan sakitnya habis di khitan. Mereka sudah mempunyai rencana akan di apakan amplop - amplop yang mereka dapatkan itu.

Sebagai tanda syukur ayah dan mama, maka ayah dan mama mengadakan syukuran kecil - kecilan, mengundang teman - teman terdekat saja dan tetangga kanan kiri serta belakang ( depannya nggak di undang, soalnya ya emang nggak ada tetangga ).
Tak lupa nenek Kakung dan nenek Uti serta om Daus dari Yogya di panggil, begitu pula dengan nenek papi dan nenek mami yang dari Makassar.
Alhamdulillah semua nenek As'ad dan nenek Addin di beri kesehatan oleh Allah sehingga mampu menghadiri acara syukuran khitanan cucunda As'ad dan Addin.
Ayah dan mama sangat bahagia sekali, apalagi ketika acara syukuran itu berlangsung , " punyanya " As'ad dan Addin sudah mulai kering, so anak - anak bisa berjalan ke sana kemari walau meski kudu hati - hati ( takut ke senggol ).
Oh iya acara syukuran ini berlangsung tanggal 22 Desember, 5 hari setelah As'ad dan Addin di khitan. Sengaja mama ambil tanggal 22 Desember karena pas tanggal itu nenek papi berulang tahun ^_^
Bagi teman yang tidak di undang, mohon maaf sebesar - besarnya ya ... rumah kami amatlah sempit, kami tidak bisa mengundang semua teman - teman karena keadaan tempat tsb. Mohon di maklumi ya ....

( Mas Ali sebagai MC di acara syukurannya As'ad dan Addin, makasih ya om ... )

( mas Panji aka mas Sepeda sedang mengaji, makasih ya om ... )


( Ayah Zae sebagai tuan rumah )


( Ustadz Aidil sebagai pengisi siraman rohani, semoga acaranya berkah ya pak ustadz ... )


( eh ada kue khas Makassar loh, itu loh yang warna kuning dan hijau. Yang kuning namanya cucuro bayao dan kalo hijau ...lupa euy )


( Mbak Enni Panji, mama dan nenek mami, 3 wanita cantik ^_^ )


( Sebagian para tamu yang hadir )


( Hidangannya ... sate ayam, dendeng balado, ikan bakar, capcay, sambal hijau, krupuk dll )


( Terima kasih buat mbak Sri Bustan ( tak ada di foto ) yang telah membuatkan As'ad dan Addin tumpeng nasi kuning. Tumpeng ini akan di potong dan di suapin kepada As'ad dan Addin, makasih tante ya ... )


( Di suapin sama nenek papi )

( Di Suapin sama nenek Kakung )

( Giliran Addin .... eh nggak mau di suapin, ya sudah mama aja yang makan hehehehe )


( As'ad, Addin dan teman - temannya )


( Tante - tante dan om - om dari The Lasakers, makasih amplopnya tante dan om semua ... )


( The Lasakers )


( Addin masih pake sarung )

( As'ad juga masih pake sarung )

Selama masa proses penyembuhan itu, ayah mengambil cuti karena As'ad dan Addin tidak mau di rawat sama mamanya dengan alasan malu. So, selama itu pula ayahlah yang turun tangan langsung merawat dan meladeni As'ad dan Addin. Dari mandinya, pup dan pee nya. Mama merasa tidak enak tapi gimana lagi, As'ad dan Addin tidak mau mamanya melihat " punya " dia. Alhamdulillah, As'ad dan Addin punya ayah yang sabar dan telaten serta cekatan dalam merawat anaknya. Semoga Allah membalas kebaikanmu ayah .... ^_^

Setelah seminggu, As'ad dan Addin sudah bisa memake celana. Dan kebetulan ayah masih cuti maka kami pun berlibur ke Jakarta demi menyenangkan hati As'ad dan Addin serta mewujudkan impian As'ad dan Addin akan keinginan membeli mainan dari amplop yang di terima. Total yang di dapat perorangnya mencapai 1 juta lebih, belum lagi yang memberikan hadiah berupa barang, As'ad dan Addin so excited mempunyai duit sebanyak itu. Hingga kini masih tersisa 300 ribu yang katanya kelak akan di belanjakan di akhir tahun ini saja, sekalian dengan membuka celengan mereka.

Akhirnya ...
Do'a mama dan ayah, semoga ananda As'ad dan Addin menjadi manusia yang bertaqwa dan beriman kepada Allah hingga akhir hayat, berakhlak mulia, sukses dunia terlebih akhirat, berguna bagi agama, bangsa dan orang - orang di sekitarnya .. Aaammiiinnn.

Sabtu, 23 April 2011

Addin masuk SD

Ternyata ....
Setahun sudah mencuekin blog ini, duh sungguh kejamnya diriku membiarkanmu terbengkalai begitu saja.

Ok saat ini kita ngomongin soal Addin ya ...

Addin, saat ini sudah masuk SD loh ... malah bentar lagi mau naik kelas 2 ( hihihih maknya malu, kelamaan sih di cuekin jadi nggak update deh beritanya ).

Awal masuk sekolah, Addin adalah murid biasa yang selalu semangat memperhatikan pelajaran yang di berikan oleh bu Guru ( ini kata bu gurunya sendiri loh ).
Hari berlalu dengan cepatnya, ketika nilai mid tengah semester di bagi, Addin tidak jelas rangkingnya karena ada satu nilai yg kosong gara2 Addin nggak ikut ujian karena sakit. It's ok no problem bagi kami, thoh yg penting Addin bisa mengikuti pelajaran lainnya.

Suatu hari Addin berkata " Ma, Addin itu heran, sebenarnya Addin itu bukan ketua kelas loh, tapi kenapa ya Addin terus yang di suruh menyiapkan kelas tiap mau masuk ? "
" Loh, memang ketuakelasnya siapa ? " tanyaku
" ituloh ma .... ( sambil nyebut nama seseorang ) "
" Kata bu Guru apa ? koq bisa Addin yang di suruh ? "
" Kata bu Guru, suara Addin keras makanya Addin yang di suruh "
" Addin keberatan ya ? "
" Nggak sih ma, cuma heran aja ... "
Keesokan harinya, iseng mamanya nanya ke guru PA nya akan berita itu, dan ternyata benar apa yg di ceritakannya. Bu Gurunya nanya juga, Addin keberatan ya bu ?
" oh nggak bu, cuma dia nanya ke saya kenapa koq dia yang di suruh padahal kan dia bukan ketua kelas "
Bu PA nya pun tersenyum manis dan mamanya pun pulang ke rumah.
Semester pertama pun berakhir juga dengan nilai yang Alhamdulillah Addin rangking 1.
Ketika Addin di beritahu akan rangkingnya, Addin biasa aja tuh, malah nanya " kenapa Addin nggak rangking 10 ?"
" Loh, memang ada apa dengan rangking 10 ? " tanya mama ganti
" ya karena angkanya banyak aja " sambil berlalu ....

Mama dan ayah hanya tersenyum gemes lihat tingkahnya, sebenarnya dia ngerti nggak sih atau memang belum ngerti ? Entahlah ....
Setelah liburan semester selama 2 minggu, Addin pun kembali masuk sekolah.
Di hari pertama masuk sekolah, dia semangat banget bercerita bahwa tadi di kelas ada pemilihan ketua kelas, tiap anak di kasih kertas dan di suruh memilih ketua kelas pilihan anak - anak. Calon - calon ketua kelas, namanya telah terpampang di papan tulis, salah satunya ada nama Addin. Dan Addin nggak ngira ketika selesai perhitungan eh nama Addin banyak di pilih sama teman - temannya. Dan ta daaaa .... sekarang Addin resmi menjadi ketua kelas.

Kemarin, tanggal 15 Addin ultah loh ... yang ke 7.
Do'a mama dan ayah :
" semoga kamu makin gede makin beriman dan makin bertaqwa pada Allah, makin rajin ibadahnya, makin rajin belajar, makin pinter, makin rajin dengan kegiatan yg sudah menjadi pilihanmu, dan apa pun itu cita - citamu, kami hanya berharap itu baik dan bermanfaat bagi agamamu, bagimu dan orang - orang sekitarmu " Aaamiiinn ...