Once upon a time ( ceileh ), tepatnya pertengahan Desember 2010, setelah As'ad dan Addin ujian semester, mereka berdua melaksanakan Khitan di Medical dekat rumah. Sebenarnya sih
tadinya As'ad aja yang mau di sunat tapi di pikir - pikir, di timbang - timbang sampai akhirnya Addin pun kudu ikut di sunat. Pertimbangannya karena khawatirnya " kesakitan " yang akan di alami As'ad pas di sunat bakalan mempengaruhi psikologis Addin dan bakalan membuat Addin makin susah untuk di sunat, selain itu karena thoh sekalian aja kita rawat soalnya tidak jauh berbeda merawat satu anak sama dua anak, tetap sama ribetnya hehehe ....
Dan keyakinan kami makin mantap setelah melihat pemberontakan Addin ketika mau periksa darah sebelum di khitan. Biasanya Addin kalo di ambil darahnya santai aja, lah ini tumben - tumbennya Addin memberontak.
Hingga akhirnya tepat Jum'at pagi tanggal 17 Desember 2010, bersama nenek kakung dari Yogya , kami ke medical tuk melaksanakan khitanan yang di pandu oleh bapak mantri. Dan yang pertama di sunat adalah Addin. Kenapa Addin ? karena lagi - lagi kekhawatiran kami apabila As'ad duluan, ntar Addin nggak jadi di sunat deh gara - gara ketakutan melihat abangnya meringis kesakitan. Kalo As'ad sih karena As'ad sendiri yang meminta untuk di sunat so apa pun yang terjadi pasti As'ad tetap mau di khitan.
Singkat cerita As'ad sedikit meringis dan Addin sedikit menangis ketika obat biusnya sudah menghilang. Pagi itu, hati mama dan ayah terenyuh melihat jagoannya kesakitan tapi di lain sisi hati ayah dan mama juga bangga, akhirnya kewajiban itu pun terlaksana sudah, tinggal menunggu keringnya saja. Di siang hari, anak - anak makin meringis kesakitan ketika obat yang di minumnya khasiatnya sudah berkurang. Ayah dan mama pun bisa memaklumi kemanjaan mereka. Apalagi ketika mereka tidur, serba salah mau posisi gimana agar tak tersentuh " kemaluannya ".
tadinya As'ad aja yang mau di sunat tapi di pikir - pikir, di timbang - timbang sampai akhirnya Addin pun kudu ikut di sunat. Pertimbangannya karena khawatirnya " kesakitan " yang akan di alami As'ad pas di sunat bakalan mempengaruhi psikologis Addin dan bakalan membuat Addin makin susah untuk di sunat, selain itu karena thoh sekalian aja kita rawat soalnya tidak jauh berbeda merawat satu anak sama dua anak, tetap sama ribetnya hehehe ....
Dan keyakinan kami makin mantap setelah melihat pemberontakan Addin ketika mau periksa darah sebelum di khitan. Biasanya Addin kalo di ambil darahnya santai aja, lah ini tumben - tumbennya Addin memberontak.
Hingga akhirnya tepat Jum'at pagi tanggal 17 Desember 2010, bersama nenek kakung dari Yogya , kami ke medical tuk melaksanakan khitanan yang di pandu oleh bapak mantri. Dan yang pertama di sunat adalah Addin. Kenapa Addin ? karena lagi - lagi kekhawatiran kami apabila As'ad duluan, ntar Addin nggak jadi di sunat deh gara - gara ketakutan melihat abangnya meringis kesakitan. Kalo As'ad sih karena As'ad sendiri yang meminta untuk di sunat so apa pun yang terjadi pasti As'ad tetap mau di khitan.
Singkat cerita As'ad sedikit meringis dan Addin sedikit menangis ketika obat biusnya sudah menghilang. Pagi itu, hati mama dan ayah terenyuh melihat jagoannya kesakitan tapi di lain sisi hati ayah dan mama juga bangga, akhirnya kewajiban itu pun terlaksana sudah, tinggal menunggu keringnya saja. Di siang hari, anak - anak makin meringis kesakitan ketika obat yang di minumnya khasiatnya sudah berkurang. Ayah dan mama pun bisa memaklumi kemanjaan mereka. Apalagi ketika mereka tidur, serba salah mau posisi gimana agar tak tersentuh " kemaluannya ".
Menjelang malam, satu persatu teman - teman ayah dan mama menjenguk As'ad dan Addin. Makin bahagia As'ad dan Addin karena dari om - om dan tante - tante yang menjenguknya, As'ad dan Addin mendapat amplop sendiri - sendiri. Namanya anak - anak ya ... Malah mereka seakan lupa akan sakitnya habis di khitan. Mereka sudah mempunyai rencana akan di apakan amplop - amplop yang mereka dapatkan itu.
Sebagai tanda syukur ayah dan mama, maka ayah dan mama mengadakan syukuran kecil - kecilan, mengundang teman - teman terdekat saja dan tetangga kanan kiri serta belakang ( depannya nggak di undang, soalnya ya emang nggak ada tetangga ).
Tak lupa nenek Kakung dan nenek Uti serta om Daus dari Yogya di panggil, begitu pula dengan nenek papi dan nenek mami yang dari Makassar.
Alhamdulillah semua nenek As'ad dan nenek Addin di beri kesehatan oleh Allah sehingga mampu menghadiri acara syukuran khitanan cucunda As'ad dan Addin.
Ayah dan mama sangat bahagia sekali, apalagi ketika acara syukuran itu berlangsung , " punyanya " As'ad dan Addin sudah mulai kering, so anak - anak bisa berjalan ke sana kemari walau meski kudu hati - hati ( takut ke senggol ).
Oh iya acara syukuran ini berlangsung tanggal 22 Desember, 5 hari setelah As'ad dan Addin di khitan. Sengaja mama ambil tanggal 22 Desember karena pas tanggal itu nenek papi berulang tahun ^_^
Bagi teman yang tidak di undang, mohon maaf sebesar - besarnya ya ... rumah kami amatlah sempit, kami tidak bisa mengundang semua teman - teman karena keadaan tempat tsb. Mohon di maklumi ya ....
Oh iya acara syukuran ini berlangsung tanggal 22 Desember, 5 hari setelah As'ad dan Addin di khitan. Sengaja mama ambil tanggal 22 Desember karena pas tanggal itu nenek papi berulang tahun ^_^
Bagi teman yang tidak di undang, mohon maaf sebesar - besarnya ya ... rumah kami amatlah sempit, kami tidak bisa mengundang semua teman - teman karena keadaan tempat tsb. Mohon di maklumi ya ....
Selama masa proses penyembuhan itu, ayah mengambil cuti karena As'ad dan Addin tidak mau di rawat sama mamanya dengan alasan malu. So, selama itu pula ayahlah yang turun tangan langsung merawat dan meladeni As'ad dan Addin. Dari mandinya, pup dan pee nya. Mama merasa tidak enak tapi gimana lagi, As'ad dan Addin tidak mau mamanya melihat " punya " dia. Alhamdulillah, As'ad dan Addin punya ayah yang sabar dan telaten serta cekatan dalam merawat anaknya. Semoga Allah membalas kebaikanmu ayah .... ^_^
Setelah seminggu, As'ad dan Addin sudah bisa memake celana. Dan kebetulan ayah masih cuti maka kami pun berlibur ke Jakarta demi menyenangkan hati As'ad dan Addin serta mewujudkan impian As'ad dan Addin akan keinginan membeli mainan dari amplop yang di terima. Total yang di dapat perorangnya mencapai 1 juta lebih, belum lagi yang memberikan hadiah berupa barang, As'ad dan Addin so excited mempunyai duit sebanyak itu. Hingga kini masih tersisa 300 ribu yang katanya kelak akan di belanjakan di akhir tahun ini saja, sekalian dengan membuka celengan mereka.
Akhirnya ...
Do'a mama dan ayah, semoga ananda As'ad dan Addin menjadi manusia yang bertaqwa dan beriman kepada Allah hingga akhir hayat, berakhlak mulia, sukses dunia terlebih akhirat, berguna bagi agama, bangsa dan orang - orang di sekitarnya .. Aaammiiinnn.
Akhirnya ...
Do'a mama dan ayah, semoga ananda As'ad dan Addin menjadi manusia yang bertaqwa dan beriman kepada Allah hingga akhir hayat, berakhlak mulia, sukses dunia terlebih akhirat, berguna bagi agama, bangsa dan orang - orang di sekitarnya .. Aaammiiinnn.