Jumat, 14 November 2008

Vaksinasi

kemarin, kami sekeluarga menjalani vaksinasi dalam rangka mo jalan - jalan itu. Mama, bang As'ad dan adik Addin kudu ambil darah dulu baru deh di vaksin.
Awalnya, mama dan ayah sudah khawatir akan anak - anak. Karena baru kali ini mereka di ambil darahnya dalam keadaan sehat wal'afiat. Biasanya kan selalu dalam keadaan sakit. Kami sebagai orang tua sudah khawatir saja, maklum habis itu kudu menjalani vaksin lagi dan otomatis ketemu lagi dengan jarum suntik. Ketika ambil darah, mama dulu yang maju sebagai contoh nih mama kuat. eh giliran mereka Alhamdulillah, ketika ambil darah pada nggak nangis. Mama dan ayah tahu, anak - anak pada kesakitan cuma entah kenapa koq mereka bisa menahan rasa itu. Senang rasanya ... namun ini belum selesai.

Ketika kami tiba di room vaksin, kami siap - siap nih untuk di suntik, mama pribadi merasa was - was. Mungkin sedikit takut kali ya cuma mama kan tidak boleh memperlihatkan rasa itu di hadapan anak - anak. Pinginnya sih mama duluan aja di suntik biar batin mama yang was - was ini segera berlalu namun bu perawatnya malah nyuruh ayah dulu. Dan giliran mama yang terakhir. Dan Alhamdulillah kembali anak - anak mama bikin kejutan, pada tidak nangis loh ... kami tahu anak - anak menahan sakit itu tapi Alhamdulillah harga diri mereka lebih tinggi daripada setitik airmata di wajah mereka, senang banget rasanya. Dan lagi - lagi ini belum berakhir. Kami harus masih menjalani vaksinasi minggu depan. Dan kembali batin mama menjadi was - was lagi. Suntik lagi suntik lagi ...

Tidak ada komentar: